Beberapa malam
ini aku bermimpi tentang Jogja. Jogja yang indah, menurutku. Aku bertanya-tanya
apakah aku saking rindunya dengan Jogja sampai terbawa mimpi. Mungkin. Tak
terasa aku telah kurang lebih hampir 6 bulan tak menghirup udara Jogja. Rindu ini meletup-letup dalam dada. Terasa
sekali.
Sabtu, 16 Maret 2013
Selasa, 12 Maret 2013
I Miss You
Aku tak tahu apa yang merasukiku hingga tanpa sadar aku sudah membuka kembali 'Diary'-ku yang telah lama aku tinggalkan. Tapi yang aku tahu, pasti yang merasukiku adalah hantu yang cantik, ceria dan bercahaya. Karena... stop... stop...
Aku ngomong apa, sih?
Oke, itu tadi muqodimah yang terlalu penting hingga terkesan menjadi tak penting.
Hey, teman, aku mau menunjukkan sopan santunku dengan menanyakan gimana kabar kalian semua? Baik, kan? Baik banget banget banget, kan? Semoga...
Jujur nih, jantungkku berdetak melebihi batas normal ketika menulis ini. Takut tak ada yang kangen, takut tak ada yang menantiku, takut tak ada yang mengharapkan tulisanku lagi. Tapi semoga tak begitu, ya.
Mungkin ini saja yang bisa aku tulis, karena memang terlalu banyak cerita sehingga aku malah tak tahu harus mulai darimana.
I Miss You. All of you :)
Salam,
Wury
Aku ngomong apa, sih?
Oke, itu tadi muqodimah yang terlalu penting hingga terkesan menjadi tak penting.
Hey, teman, aku mau menunjukkan sopan santunku dengan menanyakan gimana kabar kalian semua? Baik, kan? Baik banget banget banget, kan? Semoga...
Jujur nih, jantungkku berdetak melebihi batas normal ketika menulis ini. Takut tak ada yang kangen, takut tak ada yang menantiku, takut tak ada yang mengharapkan tulisanku lagi. Tapi semoga tak begitu, ya.
Mungkin ini saja yang bisa aku tulis, karena memang terlalu banyak cerita sehingga aku malah tak tahu harus mulai darimana.
I Miss You. All of you :)
Salam,
Wury
Rabu, 25 Juli 2012
Janji Itu Syusyah...
Whoaa... aku kasih saran, jangan ngumbar janji, walaupun itu hanya sebuah janji kecil yang tak penting. Apalagi janji untuk sehidup semati. Ngimpi!!
Aku pernah bilang sih mau aktif ngeblog lagi, tapi ternyata hanya sebuah bualan semata. Aku bukannya tak menghargai domain baruku, tapi aku hanya... entahlah. Selain karena pekerjaan, aku juga sebenarnya punya masalah yang menyangkut hati. Coba tebak! Pacar? Begitulah. Tapi aku tak mau cerita di sini.
Label:
ngacau
Senin, 02 Juli 2012
Rahasia Yang Tak Rahasia
Rahasia itu apa sih? Sesuatu yang hanya berada di dalam ruang hatimu yang paaaaaling tersembunyi. Apakah seperti itu? Tak ada orang lain yang tahu, hanya dirimu dan Allah yang tahu. Yah... kecuali kamu mau membaginya dengan sahabatmu. Dan kamu tak tahu bahwa rahasiamu sudah tersebar ke seluruh jagad raya. Aku beri tahu ya, rahasia itu simpanlah sendiri, karena embel-embel ‘ini rahasia, lho!’ sudah tak berlaku lagi.
Hey, aku ngomongin apa sih? Oke, tak usah kalian pedulikan pembukaan yang melantur kemana-mana itu. Yang akan aku omongin cuma PR. Aku dapet PR dari Nona NF. Dan PR itu harus membagi 5 barang yang menjadi rahasiku. Sempat bingung juga barang apa yang ‘tak sengaja’ menjadi rahasia. Kenapa aku menyebutnya tak sengaja? Karena memang aku tak punya barang yang rahasia. Aku hanya punya rahasia yang... yang tak bisa aku bicarakan kepada orang lain, bahkan sahabatku sendiri. Aku hanya membaginya pada orang tuaku. Kalian mengerti, kan, orang tua tidak mungkin menyebarkan rahasia anaknya sampai ke ujung dunia. Tapi bukan berarti sahabat tak berarti. Aku hanya... ingin ada ‘garis’ saja. Maksudku, sahabat tak perlu tahu semua tentang kita, kan?
Hey, aku ngomongin apa sih? Oke, tak usah kalian pedulikan pembukaan yang melantur kemana-mana itu. Yang akan aku omongin cuma PR. Aku dapet PR dari Nona NF. Dan PR itu harus membagi 5 barang yang menjadi rahasiku. Sempat bingung juga barang apa yang ‘tak sengaja’ menjadi rahasia. Kenapa aku menyebutnya tak sengaja? Karena memang aku tak punya barang yang rahasia. Aku hanya punya rahasia yang... yang tak bisa aku bicarakan kepada orang lain, bahkan sahabatku sendiri. Aku hanya membaginya pada orang tuaku. Kalian mengerti, kan, orang tua tidak mungkin menyebarkan rahasia anaknya sampai ke ujung dunia. Tapi bukan berarti sahabat tak berarti. Aku hanya... ingin ada ‘garis’ saja. Maksudku, sahabat tak perlu tahu semua tentang kita, kan?
Label:
^nuliz2^
Kamis, 28 Juni 2012
Bukan Tak Suka, Cuma...
Sebenarnya aku nggak punya jago, team mana yang bakal keluar jadi juara EURO 2012 ini. tapi kalau nggak Jerman sih, ya Spanyol.
Kalau ditanya, "Kamu suka bola, ya?" Nggak juga sih. Maksudku nggak terlalu fanatik begitu. Tapi kalau udah niat nonton, ya betah gitu kalau disuruh begadang nongkrongin bola. Contohnya aja, aku beberapa kali nonton pertandingan EURO 2012 ini, nggak peduli yang jam 11-an atau yang jam 1-an pagi.
Tadi malam (eh... pagi) aku nonton Spanyol vs Portugal. Dukung siapa hayo? Spanyol sih, tapi aku juga suka sama CR-7. Jadi kesimpulannya gini, kalau Spanyol menang, ya syukur. Tapi kalau Portugal yang menang, ya nggak masalah juga sih.
Label:
^dulull^
Jumat, 22 Juni 2012
Tak Hiatus Lagi
Kabar gembiraaa. Setelah sekian lama blog ini aku anak tirikan, akhirnya aku kembali mengurusinya. Semua berkat Bang Stumon yang udah baik banget ngurus domain baruku dan tentu saja berkat Noorma dan suami. Terima kasih lho, Nooon!
Hey, kalian lihat dong, domainku baru :D
Dan bagaimana kabar kalian? Pastinya selalu sehat dan bahagia, kan? Resmi sekali.
Aku nggak akan cerita apa aja yang aku lakukan semingguan ini, karena mungkin akan banyak banget dan aku tahu kalian paling males kan baca tulisan yang panjangnya setara dengan kereta api Jogja-Jakarta balik lagi ke Jogja? Ngaku aja deh! Hehe
Label:
^nuliz2^
Kamis, 14 Juni 2012
Review Bulan Maret 2012 : Malioboro
Hai, readers...
masih semangat, kan? Pastinya dong. Kali ini saya akan mencoba me-review
tulisan yang ada di blog Bunda Sumiyati. Tanpa alasan? Emm... sebenarnya tidak
sih. Saya sedang ikut Give Away yang diadakan oleh Bunda Sumiyati-Raditcelluler.
Saya mengambil postingan bulan Maret yang
berjudul Malioboro. Ups, tanya dong kenapa saya mengambil postingan itu.
Jawabannya yah simple aja, karena
saya orang Jogja.
Label:
give away
Selasa, 12 Juni 2012
Senyum Lula
Tokoh : Lula dan Langit (Novel Shit Happens), Bella (Tokoh Tambahan)
Ketika aku mengintipnya tadi pagi, aku melihat wajahnya cerah. Seperti biasa. Tapi mengapa sekarang aku melihatnya meringkuk di UKS? Apakah ia sakit? Ah, kenapa juga aku harus khawatir. Toh, ia sudah mencampakanku persis seperti sampah.
“Lula, ngapain kamu di sini?” Aku menoleh cepat, mendapati Bella sedang
mengamatiku. Ugh, selalu begitu. Bella tidak boleh tahu apa yang aku lakukan di
sini. Aku menggeleng pelan dan mulai berjalan menjauhi ambang pintu UKS
tempatku berdiri canggung.
“Lula!” Bella menarik lengan seragamku. “Kamu kenapa?”
“Aku nggak apa-apa, Bel,” elakku. Bella masih saja mencoba merecokiku
dengan pertanyaannya.
“Aku tahu, pasti gara-gara Langit!” tuduhnya. “Langit udah mencampakamu,
La. Ingat! Lupain aja deh!”
Aku mengerang dalam hati. Memangnya kenapa kalau gara-gara Langit? Apa
pedulinya? Bella yang membuat Langit mencampakanku. Jangan dikira aku tidak
tahu. Oke, aku memang tidak tahu persis apa yang dilakukannya. Tapi firasatku
mengatakan ia mengkhianatiku. Aku merasa sakit hati walaupun belum jelas apa
yang terjadi padaku, tapi aku tidak mau mengatakannya. Tapi mengapa Bella
sepertinya tidak peka dengan sikap-sikap ketusku? Apakah hatinya terbuat dari
batu? Oh, aku tahu, dia kan penyihir.
Label:
give away
Kamis, 07 Juni 2012
Kenapa sih...
Kalau kalian buka Yahoo, selain mau baca atau kirim email, kalian ngapain aja sih? Baca artikel ini itu yang di-share oleh Yahoo, kan? Kalau iya, berarti sama. Tapi, kenapa yah, aku malah lebih suka baca komentar-komentarnya daripada baca artikelnya. Maksudnya, iya sih aku suka baca artikelnya, tapi komentar-komentarnya aku juga suka aja bacanya. Lebih sering bikin geregetan, mangkel, dan ketawa dan naikin alis dan embuh-lah.
Contohnya aja nih komentar artikel yang ini bener-bener deh bikin ketawa. Kenapa musti ribut sih. Di komentarnya Ibnu yang sampai ada 11 balasan, nah itu yang paling lucu. Pada ribut, pada nyolot-nyolotan, kenapa sih? Emangnya harus gitu yah?
Label:
^nuliz2^,
keseharian
Selasa, 05 Juni 2012
Biasakanlah berkata...
Walaupun saya orang Jogja, tapi saya nggak
yakin lho kalau orang Jogja itu ramah-ramah. Pernah mendengar kabar atau
selentingan, “Orang Jogja itu ramah-ramah sekali, lho!” atau “Oh, orang Jogja toh, pantes alus!”. Pernahkah?
Dulu saya percaya, dan pernah juga cerita
di blog ini tapi entah di postingan yang mana bahwa orang Jogja itu
ramah-ramah. Tapi anggapan atau penilaian saya itu terpatahkan seketika karena
suatu hal kecil. Serius. Hal kecil yang berdampak sangat besar sekali.
Label:
keseharian
Jumat, 25 Mei 2012
Tak Salah Pilih
“Mun, buruan, udah belum?” Naruto menyodok
lengan teman sebangkunya, Mumun. Sebenarnya namanya Sailormoon, tapi entah
sejak kapan, ia seringkali dipanggil dengan sebutan Mumun. Nggak masalah juga
sih.
“Bentar, Rut, ini juga lagi beberes,”
sahut Mumun, tangannya sibuk memasukkan buku dan tempat pensil ke dalam tas.
“Tapi udah jam berapa ini,” ujar Naruto,
matanya melirik jam tangan hitamnya. Ia sendiri sudah beres 30 detik sebelum
bel pulang sekolah. Itulah kelebihan Naruto, on time yang nggak bener.
“Buka mulut sekali lagi, coblos pake ini!”
Mumun mengancamnya dengan mengacungkan gantungan kunci motornya yang berbentuk
gading gajah. “Lagian baru jam segini, tokonya aja tutup masih ntar jam
sembilan malem, kadal!”
“Tapi aku udah nggak sabar beli jam beker
itu, takutnya keburu dibeli orang.”
Sejak seminggu yang lalu, mereka memang
sudah merencanakan siang ini bakal pergi ke toko kado. Yah, rencananya sih mau
beli sesuatu gitu buat cewek gebetannya Naruto, si Shizuka. Anak kelas sebelah
yang terkenal dengan lesung pipitnya yang memesona semua laki-laki.
Kamis, 24 Mei 2012
Bagaimana Saya Dulu, Sekarang, dan Kelak?
Sepanjang usia kalian, apakah pernah
kalian membayangkan melakukan sesuatu atau mendapatkan sesuatu? Tak perlu diragukan
lagi, pasti semua pernah, termasuk saya dong. Tapi, apakah sesuatu itu pernah
terwujud? Yah, minimal mendekatilah. Saya pernah lho. Menyakitkan dan menyenangkan.
Lengkap sekali, kan?
Oh iya, kemarin, entah tanggal berapa,
saya melihat tayangan televisi berjudul Hitam Putih. Kebetulan, ketika saya
menontonnya, Hitam Putih mengangkat tema Orang Kaya. Saya tidak menyangka lho, bintang
tamu yang kaya raya itu salah satunya adalah Ki Joko Bodo. Pikiran saya ketika
itu langsung, “Oooh... Ki Joko Bodo itu orang kaya toh?”. Baru tahu saya.
Banyak sekali koleksinya, antara lain 29 mobil mewah (paling mahal 9 M, Bo!),
binatang, wig, dan... 30-an istri. Bergidik ngeri ah. Dan lebih ngeri lagi
ketika, sang pembawa acara bertanya, “Darimana Ki Joko mendapatkan uang untuk
membeli semua barang-barang mewah itu?” Dan Ki Joko menjawab dengan enteng,
“Saya paranormal, ketika membayangkan ingin punya barang itu, maka barang itu
akan terwujud/datang!” Tanpa usaha? Yah, seperti itulah kira-kira jawabannya.
Heem... apa yang ada di benak kalian saat ini?
Selasa, 15 Mei 2012
Pe-Er Lucu
Di sela-sela kesibukanku yang
a’udzubillah, alhamdulillah aku bisa mengerjakan PR ini. Modal peluh lhoh ini,
yang ngasih PR wajib tau nih betapa kerasnya aku mengerjakan PR ini. Super
capek lho, Sayang! Tapi sudahlah, apa sih kerjaan murid baik selain mengerjakan
PR? Yap, ada cap besar dan gemuk berbunyi MURID
BAIK di keningku.
Tapi ada yang aneh nih di PR-ku. Nggak
ada itung-itungannya, bersyukur karena aku tidak terlalu suka berhitung
walaupun aku anak IPA waktu SMA. Aku nggak suka karena guruku selalu ngasih
nilai Kimia nggak pernah lebih dari 6. Aku nggak tau kenapa? #tampang polos.
Jadi ini nih jawaban PR limpahan dari
Noorma unyu. Kamu unyu, kan,
Noor? Nggak usah pake basa-basi yah, karena sekali lagi aku lagi sibuk, hehe.
Dan… oh iya, aku masih harus ngerjain PR dari Uzay. Ugh, kalian itu keracunan
apa sih sampai tega nian menyiksaku begitu rupa.
Langsung cap… cuzz abang dan nona…
Kamis, 10 Mei 2012
Cerita Cinta Unik
Siapa sih yang belum pernah mengalami pengalaman unik. Semua pasti pernah dong, ayo ngacung, eits... jangan tinggi-tinggi ya ngacungnya, kasihanlah teman sebelahmu. Oh iya, aku mau cerita pengalaman unik yang berhubungan dengan C-I-N-T-A, atau lebih tepatnya dalam kasusku ini adalah CINTA MONYET. Aku cintanya, kamu monyetnyaaaa, huihihihi... pisss!
Oke, fokus. Kenapa aku bilang cinta monyet? Karena yah... ceritaku ini jaman aku masih SMP dulu. Jadi kemarin aku nggak sengaja ketemu sama teman SMP gitu, dan dia itu mengingatkanku dengan pengalaman/kisah/cerita yang super duper unik luar biasa plus nggak wajar. Oh iya, dia cowok tentu saja.
Oke, fokus. Kenapa aku bilang cinta monyet? Karena yah... ceritaku ini jaman aku masih SMP dulu. Jadi kemarin aku nggak sengaja ketemu sama teman SMP gitu, dan dia itu mengingatkanku dengan pengalaman/kisah/cerita yang super duper unik luar biasa plus nggak wajar. Oh iya, dia cowok tentu saja.
Label:
^curcol^,
^nuliz2^ ^iseng^
Selasa, 08 Mei 2012
Menyapa
Kalau dihitung-hitung, udah sekitar seminggu ini aku nggak nguprek blog-ku. Kangen? Jelas. Kangen sama kalian juga. Ada yang mau aku peluk nggak? :D. Gimana kabar kalian? Pasti cerah ceria deh. Kalo aku, huhuhu... agak flu. Ugh, Jogja sangat menyebalkan cuacanya akhir-akhir ini. Panaaaaas banget, eh tau-tau sorenya ujan guede, eh ditambah bonus angin. Baik sekali ya Allah itu?! Hehe...
Banyak banget lho sebenernya yang mau aku ceritakan di sini. Kegiatanku selama seminggu itu bikin aku sibuk, capek, dan... malas nge-blog. Aku ngakunya sih blogger tapi bukan blogger sejati (tau diri), jadi maklum ajalah kalo ada saat-saat dimana aku merasakan kejenuhan. Tapi tentu aja lho aku nggak jenuh BW dan membaca tulisan kalian. Aku hanya... aduuh, entahlah deh merasa nggak in the mood berhaha-hihi. Oh iya, dan yang paling penting nih, aku nggak punya ide. Pagi sampai siang aku kerja, terus lembur, paling sampai rumah udah jam 7 malam. Males banget buka si unyu biruku. Otakku nih kompromi sama mata, dua-duanya udah nggak mau diajak kerja lagi. Bete kan? Nggak sempat bikin flash fiction gitu dan juga cerpen. Kasih ide dong!
Banyak banget lho sebenernya yang mau aku ceritakan di sini. Kegiatanku selama seminggu itu bikin aku sibuk, capek, dan... malas nge-blog. Aku ngakunya sih blogger tapi bukan blogger sejati (tau diri), jadi maklum ajalah kalo ada saat-saat dimana aku merasakan kejenuhan. Tapi tentu aja lho aku nggak jenuh BW dan membaca tulisan kalian. Aku hanya... aduuh, entahlah deh merasa nggak in the mood berhaha-hihi. Oh iya, dan yang paling penting nih, aku nggak punya ide. Pagi sampai siang aku kerja, terus lembur, paling sampai rumah udah jam 7 malam. Males banget buka si unyu biruku. Otakku nih kompromi sama mata, dua-duanya udah nggak mau diajak kerja lagi. Bete kan? Nggak sempat bikin flash fiction gitu dan juga cerpen. Kasih ide dong!
Rabu, 25 April 2012
Cita-Cita Anak Kecil Itu...
Ketika mendengar
anak kecil menyerukan apa cita-citanya, aku mulai sibuk dengan pikiranku
sendiri. Aku tidak bisa diam saja karena memang itulah aku, selalu sibuk
bergumam dalam hati, bertanya-tanya “Apakah mungkin?” dan “Bagaimana jika
memang benar?”
Ketika mendengar anak itu menyerukan ingin jadi Dokter, aku langsung
bertanya dalam hati “Apakah mungkin dia jadi dokter? Melihat tingkahnya yang,
maaf, nakal dan pencilaan seperti saat ini bisa jadi dokter?” atau “Bagaimana
jika benar anak itu menjadi dokter, apa kelak aku bisa berobat gratis
dengannya? Atau apakah dia bisa menjadi mantuku?” Oh, oke, yang terakhir memang
imajinasi yang terlalu liar. Abaikan.
Label:
^nuliz2^ ^iseng^
Senin, 23 April 2012
Beginikah Jalannya?
Baru sekali ini aku menghadiri acara pemakaman.
Suara orang-orang menyerupai dengungan di telingaku. Aku mengedarkan mataku
dari ujung ke ujung, tapi hanya sosok-sosok berbalut pakaian hitam yang
kulihat. Oh... dan pohon kamboja dan langsung saja mataku berkunang-kunang.
Entah mengapa?
Bau khas makam menyeruak hidungku. Wangi mawar dan
kemenyan menjadi satu, membuat kepalaku berdenyut-denyut. Secepat mungkin aku
memijat lembut pelipisku dengan jari-jariku, setengah berharap denyutan yang
menyerangku menguap di udara. Oh... betapa ingin aku cepat-cepat meringkuk di
balik selimut tebalku. Membayangkannya saja terasa nikmat. Tapi nikmat yang aku
rasa tidak dibarengi dengan senyum simpulku, seperti biasa. Kali ini,
entahlah... bukan karena suasana seram makam ini atau gundukan basah di
depanku. Aku hanya merasa takut saja.
“Zay, pulang yuk,” aku menyodoklen gan Uzay dengan
sikuku. Tapi aku sadar, sekeras apapun aku menyodoknya, ia tidak akan bergerak
sedikitpun. Sepertinya gundukan basah dengan taburan bunga di depan kami cukup
hebat mengguncang separuh jiwanya. Separuh? Bukan. Tapi segenap jiwanya. Aku
kasihan sekali melihatnya seperti itu. Maka, aku melingkarkan tanganku ke
lengannya dan mengusapnya lembut.
“Zay, kepastian. Tidak ada yang menginginkan ini
semua terjadi,” hiburku pelan.
“Tapi ini semua salahku, Ry,” gumamnya. “Sumpah
serapahku. Doaku. Aku benci diriku sendiri!” Uzay menggeleng pelan, seolah
mengusir kegundahan dan rasa bersalah yang merobek hatinya. Wajahnya sungguh
kacau.
Awalnya aku tidak terlalu paham mengapa Uzay
menganggap dirinya bersalah atas kematian kakak laki-lakinya itu. Bukankah
selama ini ia selalu membenci dan dibenci. Saling manjatuhkan dan tidak pernah
akur selama hidup bersama. Aku sendiri juga tidak terlalu mengenal Eksak, kakak
Uzay, selama ini. Bukan karena aku tidak pandai bergaul, tapi lebih cenderung
kepada sikap hati-hati saja. Dan juga karena peringatan keras dari Uzay.
“Kalau mau selamat, jangan pernah kenal sama Eksak
keparat itu!” Uzay menyemburkan kalimat itu lengkap dengan cengkeraman keras di
lenganku dan tatapan menusuk mataku. Aku sempat bergidik ngeri ketika itu.
Uzay terduduk di tanah basah. Aku hanya bisa diam,
menunggu kapan Uzay mengabulkan ajakanku untuk pulang saja. Aku hanya tidak
ingin melihatnya terus-terusan merasa bersalah kalau tetap berada di sini.
Pulang itu lebih baik menurutku.
Jumat, 20 April 2012
Percakapan Aneh
Tulisan ini sebenarnya masih nyambung dengan yang Belajar di Kantor Imigrasi. Nah, yang kemarin itu adalah hari pertama proses bikin paspornya. Cuma masukin formulir aja gitu. Sekarang nih giliran cerita hari keduanya. Sebenarnya sudah lama nih, tapi ya sudahlah, daripada nggak ada ide. Boleh dong sekali-kali posting tulisan nggak penting.
Ih... pedenya, emangnya kemarin-kemarin tulisanmu itu penting, Wur?
Ih... pedenya, emangnya kemarin-kemarin tulisanmu itu penting, Wur?
Label:
^nuliz2^ ^iseng^
Kamis, 19 April 2012
Semua Tentang Nenek
Serius nih, baru sekali ini saya menulis tentang nenek saya. Bukan karena saya tidak peduli dengan nenek, saya hanya tidak tahu akan menulis apa. Tentang sifat atau sikap nenek mungkin. Dan kali ini, saya akan benar-benar menulis tentang nenek. Bagaimana penilaian saya terhadap nenek yang sudah memberi warna tersendiri dalam hidup saya. Entahlah, warna apa. Yang pasti, saya akan dengan senang hati menulis dan menceritakan sosok nenek di mata saya. Dan mungkin juga ada beberapa hal yang kurang mengenakkan yang akan saya tulis juga di sini. Sebelumnya saya minta maaf #Resmi banget, ya?
Nenek saya mempunyai sifat yang agak membingungkan. Dan seringkali saya kurang menyukai sifat nenek yang menurut saya agak aneh itu. Maaf, Nek, saya mungkin bukan cucu satu-satunya yang akan bilang bahwa sifat nenek yang satu itu cukup unik sekaligus menyebalkan. Ada kakak, adik, dan anak-anak tante yang lain.
Label:
^pelajaran hidup^,
give away
Rabu, 18 April 2012
Siapa Anak Itu?
DULU... kampungku memang belum ada tempat khusus semacam masjid untuk mengadakan takjilan. Tetapi ada satu keluarga yang cukup mampu dalam segi ekonomi, mengikhlaskan rumahnya sebagai tempat takjilan, tarawih, dan subuhan berlangsung. Rumahnya cukup megah. Bagian dalamnya banyak sekali ruangan kosong. Ada satu ruangan yang berada persis di tengah-tengah, kotor dan selalu terkunci. Pintu ruangan itu terbuat dari separuh atas kaca dan bagian bawahnya kayu. Kacanya juga berdebu. Pokonya kotoooooor sekali.
Ruang dapur juga sangat luas. Lampu yang semburat kuning, menambah suasana mencekam. Di bagian pojok terdapat satu ruangan yang sangat gelap, banyak lukisan di dalamnya. Kamar mandi juga menakutkan. Luas. Remang. Kaca besar yang berembun dengan pinggiran kayu yang diukir sedemikian rupa, menampilkan refleksi yang ganjil. Aku tak pernah tenang berada di dalamnya.
Sore itu, aku dan dua teman perempuan, kebagian jatah piket. Waktu merayap lambat, membuat suasana hati tak tenang. Ruangan kosong sebelah yang hanya diisi dengan lukisan seorang wanita, membuatku cepat-cepat mengalihkan pandangan. Kemanapun, asal jangan ke lukisan itu. Kalau melihatnya, seakan-akan wanita itu selalu menatapku tajam menusuk.
Label:
^nuliz2^



