http://www.ministrywatch.com/App_Themes/Gifs/star.gif

Pages

Subscribe Twitter Facebook

Jumat, 25 Mei 2012

Tak Salah Pilih



“Mun, buruan, udah belum?” Naruto menyodok lengan teman sebangkunya, Mumun. Sebenarnya namanya Sailormoon, tapi entah sejak kapan, ia seringkali dipanggil dengan sebutan Mumun. Nggak masalah juga sih.

“Bentar, Rut, ini juga lagi beberes,” sahut Mumun, tangannya sibuk memasukkan buku dan tempat pensil ke dalam tas.

“Tapi udah jam berapa ini,” ujar Naruto, matanya melirik jam tangan hitamnya. Ia sendiri sudah beres 30 detik sebelum bel pulang sekolah. Itulah kelebihan Naruto, on time yang nggak bener.

“Buka mulut sekali lagi, coblos pake ini!” Mumun mengancamnya dengan mengacungkan gantungan kunci motornya yang berbentuk gading gajah. “Lagian baru jam segini, tokonya aja tutup masih ntar jam sembilan malem, kadal!”

“Tapi aku udah nggak sabar beli jam beker itu, takutnya keburu dibeli orang.”

Sejak seminggu yang lalu, mereka memang sudah merencanakan siang ini bakal pergi ke toko kado. Yah, rencananya sih mau beli sesuatu gitu buat cewek gebetannya Naruto, si Shizuka. Anak kelas sebelah yang terkenal dengan lesung pipitnya yang memesona semua laki-laki.


“Kalau udah kebeli orang lain terus kenapa? Emangnya nggak ada barang lain? Lagian ngapain sih pake ngasih kado segala, ulang tahun ya dia?” tanya Mumun. Mereka sudah berboncengan dengan sepeda motor milik Mumun. Naruto itu memang dasarnya nggak modal orangnya. Sok ganteng dan lain sebagainya. Tapi ya bagaimana lagi, Mumun sudah bersahabat dengan Naruto sejak SMP.

“Tapi aku udah niat banget beli jam beker itu sejak lama. Kamu tahu, kan, Mun?”

“Iyaaa, tauuu, tapi aku nggak taunya kenapa kamu niat banget ngasih Shizuka kado? Emangnya dia ulang tahun?” tanya Mumun sekali lagi. “Eh... Rut, aku ingetin sekali lagi lho, jangan nyesel!”

“Nggak! Pengen ngasih aja, emangnya kalo ngasih kado harus nunggu ulang tahun?” jawabnya. “Eh... kenapa sih kamu itu selalu gitu. Jangan nyesel jangan nyesel jangan nyesel!”

“Terserah deh! Ngeyel!”

Akhirnya mereka sampai juga di toko kado. Nggak gede sih, tapi ternyata lengkap banget dalamnya. Segala macam kado ada. Dari mulai boneka sampai bando. Seminggu yang lalu mereka memang sudah menyambangi toko tersebut, tapi hanya sampai dalam batas melihat-lihat saja. Lagi nabung kata Naruto ketika si Mumun tanya kenapa nggak dibeli sekalian jam bekernya.

Mereka berdua langsung menuju tempat jam beker itu dipajang. Dan bener juga, Naruto langsung menghela napas lega ketika matanya menangkap jam beker bentuk mobil-mobilan itu masih berdiri dengan angkuhnya di rak.

Mumun sempat geleng-geleng kepala dan bertanya 10 kali dalam waktu kurang dari 10 menit ketika melihat jam beker idaman Naruto.

“Heh, yakin nih beli jam ini? Kenapa nggak yang itu?” tanya Mumun sambil mengedikkan dagunya ke arah jam beker bentuk kepala Surfer Girl.

“Aku nggak suka, bentuknya cewek banget,” sahut Naruto enteng. Dia masih saja keukeuh mempertahankan pilihannya yang nggak banget.

“Eh, kalo mau ngasih kado itu jangan nurut sama ati. Shizuka itu cewek, mana suka dia sama mobil-mobilan. Mobil kodok, lagi!” Mumun menoyor kepala Naruto saking gemasnya.

“Tapi, kan, lucu. Siapa tau aku ini adalah pangeran kodoknya!” Naruto mengusap kepalanya yang baru saja ditoyor Mumun.

“Kodoknya iya. Tapi pangerannya? Cuih!” Mumun pura-pura membuang mukanya. Jijay ih. Pede, sok ganteng, seleranya... jangan ditanya. Sekelas kodok.

“Kok kamu gitu amat sih?”

“Kamu yang bikin aku ber-gitu amat,” sahut Mumun. Matanya melotot. “Ya udah deh, buruan bayar, terus kamu janji lho tadi mau traktir aku bakso jumbo!”

“Jangan jumbo yang biasa aja!”

“Nggak mau!”

“Biasa!”

“Jumbo!”

“Biasa!”

“JUMBOOOOOOO!” Tanpa sadar Mumum berteriak dan terkaget-kaget sendiri. Nampaknya Naruto juga sama kagetnya karena beberapa detik mereka hanya terdiam dan saling memandang satu sama lain.

“Ehm... mana, Mas, barangnya?” Ternyata mereka sudah berada di depan kasir. Mereka kontan menoleh berbarengan dan sepersekian detik kemudian, mereka berlomba memasang senyum menawan. Pura-pura nggak ada tragedi apapun.

Setelah membayar jam kodok tersebut, mereka langsung menuju bakso langganan. Sepanjang perjalanan mereka masih terus berdebat apa saja. Dari bakso jumbo atau biasa, sampai taruhan Shizuka bakal nerima kado itu apa nggak. Si Mumun sih yakin banget, kalau Shizuka bakal menolaknya. Tapi Naruto masih keukeuh bin surekeuh bahwa Shizuka pasti menerima dengan senyum tersungging ditambah bonus lesung pipitnya.

Akhirnya Mumun berhasil memenangkan perdebatan itu. Setelah dua mangkok bakso jumbo terhidang di depan mereka, tanpa ba bi bu, mereka mulai tenggelam ke dalam kenikmatan bakso jumbo itu.

***

“Narutooo!” seru mama. “Udah jam segini kok belum berangkat sekolah sih?”

“Bentar, Mam, lagi nanggung nih!” seru Naruto dari dalam kamar. Ia sedang mematut-matutkan baju seragamnya di depan cermin. Rambut sudah klimis akibat baluran jel yang kebanyakan. Sesekali ia tersenyum dengan refleksinya.

“Shizuka... ehm... aku...,” Naruto berbicara dengan bayangannya di cermin. Tangan kirinya yang membawa kado yang sudah dibungkus rapi dengan kertas kado motif batik,  disembunyikan di balik badan. Ia mengambil posisi merundukkan badan a la pemain judo yang akan bertanding, kemudian ditegakkannya kembali.

“Shizuka... apakah kamu bersedia menjadi... “ Naruto menghela napas sejenak. “Aduh duh duh... menjadi apa, ya?” Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Shizuka... apakah kamu mau jadi...”

“NARUTOOOO!” seru mama lagi.

Brakk, brakk. Gedoran pintu itu berhasil membuatnya sedikit terlonjak karena kaget.

“Aduuuuh, Mama, kenapa sih orang tua selalu ribut. Yang mau sekolah siapa sih sebenernya?” gerutunya. Terpaksa ia langsung menyambar tas ranselnya dan tidak lupa menyimpan kado itu di dalam tas sebelum menciumnya sekilas. Untuk keberuntungan katanya.

Ketika ia membuka pintu kamar, ia langsung dihadapkan oleh sosok mama yang... lumayan dekil dengan daster rombengnya dan sapu di tangan kirinya.

“Assalamu’alaikum!” Naruto langsung ngibrit keluar rumah sebelum pantatnya kena sambit.

Sesampainya di sekolah, Naruto langsung mencari sosok Sailormoon. Tumben banget tuh anak belum nongol batang idungnya? pikirnya. Tapi pencariannya tidak bertahan lama, karena dilihatnya Mumun muncul di gerbang. Tapi... kok ada yang aneh? Kok Mumun jalan berdua sama Shizuka.

Takut hanya sebuah hasil imajinasi yang menjadi kenyataan, Naruto mengucek kedua matanya. Ketika dibuka kembali ternyata pemandangan masih tetap sama. Bukan hal aneh sih sebenarnya kalau ada orang yang berjalan berdampingan dengan Shizuka. Tapi setahu Naruto, Mumun itu anti sama Shizuka. Ia tahu, Mumun sudah melarangnya sejak awal ketika ia mengumumkan bahwa Shizuka telah resmi menjadi gebetannya.

“Kenapa kamu nggak setuju?” tanya Naruto ketika itu. Ia sempat kesal juga karena sikap Mumun yang mendadak menjadi sedingin es batu. Butuh waktu lumayan lama untuk mengembalikan sikap hangat Mumun terhadap dirinya.

“Aku udah bilang sama kamu ribuan kali...”

W-w-wait... ribuan? Hiperbolaaa...”

“Hiperbola aja kamu ngeyel, apalagi kalo yang biasa-biasa aja.”

“Eh, emang ada apa sih?” tanya Naruto.

Tapi hanya sampai di situ. Rasa penasaran yang menderanya terpaksanya ditahan karena kalau ia memaksa si Mumun ngejelasin, bakalan percuma. Dan akhirnya cuma ribut seperti biasa.

Ketika Sailormoon dan Shizuka mendekat, muka Naruto langsung merah. Akibatnya ia menjadi salah tingkah. Tengok kiri, tengok kanan tak karuan, ketika dilihatnya sekilas Shizuka memandangnya tepat di kedua bola mata Naruto. Aduuuh, kenapa grogiku datang di waktu yang nggak tepat banget sih, gumamnya dalam hati.

“Eh, Rut, kalo pake blush on jangan seluruh muka dong?” celetuk Mumun.

“Iya tuh, Naruto kenapa sih kok merah gitu mukanya?” tanya Shizuka.

Naruto nggak sanggup menanggapi kata-kata mereka berdua, entahlah. Bukankah ini kesempatan untuk memberikan jam beker yang baru saja tadi pagi diciumnya. Dan bukankah tadi pagi ia sudah berlatih untuk merayu Shizuka. Tapi kenapa kali ini ia malah merasa lidahnya terbuat dari triplek dan mukanya mendadak meleleh?

Tanpa pikir panjang lagi, Naruto menarik tangan Mumun dan membawanya ke toilet cowok. Tidak sempat lagi memikirkan Shizuka yang memandang mereka berdua dengan tatapan bingung. Shizuka hanya menaikkan bahu sekilas dan berlalu menuju kelas.

Di toilet.

“Huwaaaa... “ Terdengar jeritan ketika pintu sebuah bilik toilet terbuka.

Sailormoon dan Naruto sama-sama kaget juga. Mereka menoleh bersamaan dan melihat Suneo sedang memegangi resleting celananya. Mumun kontan terbelalak dengan pemandangan itu dan baru tersadar kalau ia sedang berada di sarang penyamun. Mumun terlalu sibuk ber-aduh-aduh ketika tangannya dicengkeram erat sekali oleh Naruto, sampai tidak sadar bahwa ia diseret masuk ke dalam toilet cowok.

“Ih, jijay surajay deh, kamu ngapain bawa aku ke neraka ini?” jerit Mumun. Ia pura-pura bergidik jijik sambil melihat sekeliling dan sesekali melirik Suneo yang masih betah megangin resletingnya dan berdiri kaku di depan pintu bilik.

“Heh. Ngapain sih dipegangin?” celetuk Naruto. “Mumun nggak doyan sama kamu! Keluar sana!” hardiknya.

“Ta... ta... tapi... ngapain Mumun ke... ke sini?” sahutnya terbata-bata. Mungkin efek shock-nya belum hilang.

“Ya mau pipis lah. Ya, kan, Mun... eh... Mun, Mumun... kok malah ngibrit sih. Dasar semprul!” Naruto menyusulnya dan dengan sigap menangkap Mumun kembali.

“Aku nggak mau. Lepasin nggak!?” Mumun mencoba memberontak.

“Ya udah, ya udah, santai,” Naruto melepaskan tangannya. “Aku cuma mau nanya aja kok.”

“Kalo cuma mau nanya, ngapain bawa aku ke tempat jenes itu?”

“Aku juga nggak sadar. Yang ada dipikiranku cuma tempat itulah yang paling strategis di seluruh sekolah ini!” jelas Naruto panjang lebar.

“Ya udah, nggak penting! Mau nanya apa?”

“Kamu kok bisa sama Shizuka?”

“Ada yang salah?”

“Ya nggak. Bukannya selama ini kamu nggak suka sama Shizuka?”

“Aku suka kok sama dia. Tapi aku bakalan nggak suka kalau kamu suka sama Shizuka.!” jelasnya. Mumun memalingkan mukanya. “Apalagi sampai jadian,” imbuhnya pelan.

“Tapi kenapa? Shizuka, kan, baik. Punya lesung pipit, lagi. Kamu nggak punya lesung pipit, kan?” ujar Naruto. Nggak nyambung sama sekali. Tapi ia nggak sadar bahwa ucapannya membuat Mumun memajukan bibirnya 3 senti.

“Tuh, kan, belum jadian aja udah ngledekin aku,” gumam Mumun pelan. tapi sepelan apapun Naruto tetap mendengarnya.

“O... oo... kamu cemburu ternyata. Kamu suka sama aku yaaaa, hahaha...?” Naruto menepuk bahu Mumun. “Cemburu?” tuduh Naruto sekali lagi.

Sailormoon tidak menanggapi tuduhan Naruto kepadanya. Dalam hati ia membenarkan karena itu memang kenyataan. Tapi ia juga menyadari bahwa sikapnya itu terlalu kekanak-kanakkan. Ia sudah SMA, bukan lagi anak SMP, SD, apalagi TK. Tapi walau bagaimana pun ia mengusir sikap negatifnya itu, tetap saja ia merasa tidak rela. Ia takut kalau Naruto menjadi sosok yang berbeda kalau sudah jadian sama Shizuka. Ah... itu sih kalau Shizuka mau sama Naruto. Tapi ia mendadak teringat dengan percakapannya dengan Shizuka. Mumun seperti melihat ada letupan cinta dan harapan di mata Shizuka ketika ia menanyakan hubungan ia dan Naruto. Tapi bagaimana mungkin? Selama ini ia tidak melihat Shizuka bersikap berbeda di depan Naruto. Selama ini ia tak pernah melihat Shizuka menaruh perhatian lebih ke Naruto. Itu disebabkan karena memang Naruto tidak pernah terang-terangan memperlihatkan rasa sukanya. Naruto lebih suka memperhatikan Shizuka dari jauh. Ah, kalau ingat perhatian Naruto terhadap Shizuka, mendadak membuatnya merasa jengah, takut, dan rasanya ingin menangis. Intinya Mumun takut kehilangan sikap hangat Naruto. Makanya selama ini ia berusaha membuat Naruto melupakan perasaannya terhadap Shizuka. Tapi ia tidak bisa berbuat banyak. Toh, ia masih saja mau ketika dipaksa untuk mendengarkan curhatan-curhatan Naruto tentang Shizuka dan mau mengantarnya membeli kado buat Shizuka.

“Mun... kamu nggak pa-pa, kan?” Mumun terlonjak ketika sebuah tepukan kecil mengenai pipinya.

“Eh, nggak kok!” Mumun menghela napas untuk menetralkan hatinya yang campur aduk.

“Terus kenapa, kok kamu jadi kayak patung?”

Mumun menghela napas sekali lagi. Kayaknya ini waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya. Karena ia merasa sudah tidak sanggup lagi menahan perasaan ini. Terlalu berat.

“Rut, kamu tahu nggak kenapa aku selalu bersikap dingin kalau menyangkut Shizuka?” Ada getaran di dalam suaranya. “Kamu tahu nggak?”

Naruto menggeleng.

“Itu karena aku takut kehilangan sikap hangatmu kepadaku!” Aaah... akhirnya keluar juga ‘ganjalan’ yang selama ini membuat rusuh pikirannya.

Mata Naruto melebar mendengar kata-kata Mumun. Oh, ternyata itu yang membuat Mumun selama ini terkesan menghalangi rasa suka Naruto. Tapi kenapa Mumun bisa berpikiran seperti itu?

“Mun, kamu nggak perlu takut,” hibur Naruto. “Persahabatan kita itu kekal abadi, bahkan Shizuka pun tidak akan pernah bisa merubah sikapku padamu!” Naruto meraih tangan Mumun dan menuntunnya duduk di bawah pohon halaman sekolah.

“Tapi, kemarin-kemarin aja kamu udah kayak mau lupa gitu sama aku.” Mumun masih cemberut.

“Aduuuh, dasar bayi. Percaya deh, aku tuh nggak bakal berubah!”

Mumun tercenung memikirkan kata-kata Naruto. Apakah ia sudah bersikap kolot, egois, dan mau menang sendiri? Bukankan kalau ia bersikap seperti ini terus malah cenderung rawan membuat Naruto bosan. Aduuuh... Mumun menggeleng-gelengkan kepalanya seolah mengusir pikiran kolotnya. Pengecut.

“Janji!” ujar Mumun kemudian.

“Aku janji. Persahabatan kita itu bagiku seperti makan dan minum.”

“Kok makan dan minum?” tanya Mumun, ia mengangkat alisnya tinggi-tinggi.

“Karena makan dan minum itu penting. Aku nggak bakal bisa hidup sehat tanpa dua hal itu. Itu sama artinya dengan aku nggak bakal bisa hidup sempurna tanpa sahabat sebaik kamu, Sailormoon.”

“Ya udah, berarti ntar buruan deh kodoknya dikasihin ke Shizuka!”

Akhirnya kedua sahabat itupun saling pukul bahu seperti biasa. Tertawa bersama di bawah pohon. Tanpa diketahui keduanya, Shizuka melihat kejadian itu dan tersenyum simpul. Apakah ia mempunyai kesempatan untuk menyentuh hati Naruto? Tapi jawaban Mumun tadi pagi cukup membuatnya tenang ketika ia menanyakan perihal hubungan mereka berdua. Bahwa Mumun dan Naruto hanyalah sahabat.

“Eh, Shizuka. Ngelamun aja!” Shizuka terlonjak kaget dari tempatnya berdiri.

“Gimana jawaban kemarin?” Tanya Nobita. Kemarin ia memang menyatakan perasaannya kepada Shizuka, tapi Shizuka belum menjawab.

Shizuka menggeleng pelan. “Nggak, Nob, makasih. Maaf, ya! Cuma ada satu orang yang bisa membuka hatiku!” jawabnya pelan.

“Siapa?”

“Yang jelas bukan kamu!” jawab Shizuka. Matanya terpaku ke satu arah. NARUTO.

Jangan sampai hubungan persahabatan itu tergores oleh apapun. Karena persahabatan itu adalah hubungan yang paling berharga ketiga setelah persahabatan dengan Allah dan keluarga. Dan lebih berharga dari hubungan pacaran. 



Postingan ini diikutsertakan dalam My First Giveaway : P-A-R-O-D-I ANIME oleh Ca Ya




71 comments

25 Mei 2012 15.32

ihhh gantengan Naruto kemanamana lagian drpd Nobita *eh* :p

25 Mei 2012 15.52

wah ceritanya campur aduk, pantesan. buat lomba ya. sukses dah ya...

25 Mei 2012 15.56

jiahaha kayak situasi yang pernah gw alamin dulu #eh.. terkadang seorang sahabat memang terlalu takut sahabatnya itu berubah karena menyukai seseorang..

pukpuk nobita yang ngga di terima...
eh betewe setau gw naruto itu ngga pernah ontime deh wury, cieee sizukanya juga udah ada feel tuh jadi tancap terus rut...

25 Mei 2012 16.12

aku sukaaaaa.. critanya ringan tp mengena.. :)
eh tp dr persahabatan bs jd pacaran loh.. hehe

25 Mei 2012 16.18

sukses buat kontesnya ya

25 Mei 2012 16.20

sailormoon di panggilnya mumun....hehehe...jadi kayak orang sunda donk wur...:P

25 Mei 2012 16.26

moga si mumun wury menang yah dikontes ini :) amin..

25 Mei 2012 16.33

Aih aih...jadi teringat kisah lama deh wury! Ahahahaha....

I wish u luck for the giveaway, darling!

25 Mei 2012 16.43

saya cuma kehilangan bayangan saja, saat sinchan, naruto, sama sailormoon ndadi siji begitu. nggak popeye sekalian biar seru?

25 Mei 2012 16.56

wew, lho kemana doraemonnya ya, kok gak ikutan mentas di poat nya, hahahaha :P
sukses ya GA nya :D

25 Mei 2012 19.32

tepat sekali,, persahabatan lebih berharga dari pada pacaran,,hahahhahaha

25 Mei 2012 19.52

betul itu, friendship is the best

25 Mei 2012 20.03

judule naruto ma sailormoon kaget2an terus.. haha


kalo wury mah,, nggak diragukan lagi,., kalo masalah biikin cerita bneginian mahh kecil banget..
kalo aku??
*sambil nunjuk muka begoku.. hahaha

25 Mei 2012 20.51

Hmmm, sdikit ngritik boleh kan Wur? Ikutan GA parade anime-nya Ca ya, kan? Sbenernya bisa ngambil karakter aslinya lho, wur! Gak cuma nyomot nama tokohnya aja... Misal, naruto dg ilmu seribu bayangannya, dia nyelonong gak bayar kado. Gara2 kasir bingung nemuin mana naruto yg asli, padahal yg sliweran di toko cuma bayangannya aja... Yang asli, dah kabur!

Jadi setting dan karakternya tetep mirip ama yang asli, tapi dg jalan cerita rekaan kita. Mungkin itu saran jelek gue, wur! Moga elo berkenan, maap kalo gak ngenakin! :-*

25 Mei 2012 21.52

Semoga menang ya....
Ceritanya lucu.. tapi mungkin biar lebih menarik bisa ditambahkan beberapa gambar agar lebih semangat mbacanya :)

26 Mei 2012 05.51

pada kumpul semua ya tokoh kartun japan di sini..luarbiasa ..semoga GA-nya sukses ya :)

26 Mei 2012 09.50

Wah.. pantesan naruto cs pada ngumpul disini ternyata lagi ikutan GA heheheee..!

26 Mei 2012 15.01

Hm.. jadi kangen ame kribo bahlul (amel) sekarang die udeh punye pacar, jadi lupa dah ma gue, (jiaaahh.. ngape jadi curhat) hahhaa

Sailormoon dipanggil Mumun, bissseee aje..:D sukses ye GA nye mba Wury ^^

26 Mei 2012 15.27

waah, smua tokoh ngumpul
sukses bwt gA-ny yaa
:D

26 Mei 2012 21.06

aduh...... Terperangkap cerita .......... Hingga tak terasa terjatuh hahaha

27 Mei 2012 08.17

wkwkwk.. kreatif kreatif.. sukses dah Give away nya. :)

27 Mei 2012 08.32

sukses buat GAnya ya, kreatif. tapi tak tunggu2 kok doraemon nggak nongol2 ya padahal dah heboh tuh digambarnya ^^

27 Mei 2012 11.58

waaaaahhh hahahha kebayang klo naruto jadian ama mumun..ntar tuxedo bertopengnya cemburu tuh :D

puk puk nobi ditolak :))

thx yaaa udah ikutaaannn..resmi jd peserta :D

27 Mei 2012 16.03

waaaa so sweetnyaaaaa. semoga menang yaaa :D

27 Mei 2012 16.36

perdana ni kesini nice story... :)

main balik ya blogku :)

28 Mei 2012 10.20

trus si doraemonnnya ga diceritaain dengan baling baling bambunya he he

28 Mei 2012 17.01

haha .. lucu jg walau bacanya agak ngantuk sedikit.. hihih,, sip lah kreatif ,,, ^_^
lg ikut lomba apa gimana nih ? ko baca komentrnya ada yang bilang semoga menang ...
ya udah aku juga ngikut .. semoga Menang ,, hihih :D

28 Mei 2012 19.05

stelah baca yng bisa aq katakan... KREATIF..!!!!
sukses yah dengan GAnya... :)

BTW, mampir di blog aq jg yh gan n baca artikelnya jg.... mo jalin silahturahmi sesama blogger... klo memang memungkinkan follow each other jg... :)

dtnggu... ^^

http://chumhienkslife.blogspot.com/2012/05/aku-yang-dulu-sekarang-nanti.html

29 Mei 2012 09.30

salam gan ...
menghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
di tunggu kunjungan balik.nya gan !

29 Mei 2012 15.28

ooo kirain mumun beneran suka sama naruto, ih ga banget deh cakepan juga pangeran bertopeng :P

naah kalo sama nobita baru deh kerenan naruto hihi

sukses GA nya ya wury

30 Mei 2012 14.11

salam gan ...
menghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
di tunggu kunjungan balik.nya gan !

30 Mei 2012 21.34

hihi ngumpul, naruto jgn ampe ama mumun yah

wah infonya bagus sob..
sangat bermanfaat & lengkap lagi..
makasih ya :)
salam kenal :)




#Happy BLoging :D

1 Juni 2012 13.13

ehm, kayanya sedang sibuk ya mba. sampe ga update lagi, ehm. saya bantu doa ya, semoga urusannya cepet selesai.

Artikel yang sangat baguss, berbobot dan signifikan nih,,, salam kenal aja, semoga artikelnya bermanfaat,,,aminnn,,,

4 Juni 2012 11.02

naruto lebih keren kayanya :)

5 Juni 2012 09.45

@Tiesa Tapi kalo lucu, lucuan Nobita lhoh, Tis :D

5 Juni 2012 09.45

@cerita anak kost Iya nih, udah mirip sama gado-gado :D

5 Juni 2012 09.46

@Uzay ^,^ Ya kan dicerita si naruto itu on time, Zay. Tapi liat deh ituh on time yang nggak bener hahaha

5 Juni 2012 09.47

@covalimawati Bisa sih, tapi biasanya jadi nggak awet gitu pacarannya. Pernah ngalamin nih pasti hahaha

5 Juni 2012 09.47

@Ely Meyer Makasih, Mbak :)

5 Juni 2012 09.48

@Mami Zidane Iya nih, Mi. Tapi bukan Sunda tapi Jogja hehe

5 Juni 2012 09.48

@Aii Sayangnya nggak menang, Ai. Tapi lumayan tuh dapet undian hadiah spesial hehehe

5 Juni 2012 09.49

@Mayya Jadi Mbak Mayya pernah gitu juga yah? Hihihi.

5 Juni 2012 09.49

@zachflazz Kan ini ceritanya nggak di laut, Mas. Jadi popeyenya nggak kepake huehehe

5 Juni 2012 09.50

@Stupid monkey Lha ini doraemonnya sibuk komen :D

5 Juni 2012 10.04

@Naturalzine Syukur deh ada yang setuju hehehe

5 Juni 2012 10.05

@maia Iya, persahabatan itu yang terbaik dah pokoknya :)

5 Juni 2012 10.08

@cah_kesesi_ayutea Hahaha, semua pasti bisa kalo cuma bikin cerita. Tapi nggak lulus nih ceritanya :D

5 Juni 2012 10.09

@eksak penginnya juga gitu, Eks. Tapi aku nggak tahu ilmu-ilmu yang mereka punya itu apa. Jaadinya aku cuma bikin cerita yang datar begitu. Kurang seru ya :D
Makasih lho sarannya :)

5 Juni 2012 10.10

@Hanan Muhardiansyah ini bikin ceritanya mendadak, jadi nggak sempet browsing gambar-gambar. Tapi iya yah, kalo ada gambarnya bagus tuh :D

5 Juni 2012 10.10

@BlogS of Hariyanto Sip dah. makasih ya :)

5 Juni 2012 10.11

@Bung Penho Iya nih. Coba aku masukin kamu juga, pasti tambah rame :D

5 Juni 2012 10.12

@Si Belo Si kribo bahlul siapa tuh, Nay? Hayooo... curcol nih :D

5 Juni 2012 10.12

@octarezka Sip dah. Makasih ya :D

5 Juni 2012 10.13

@mas ihsan blog Salah sendiri nggak pegangan, jatuh deh :)

5 Juni 2012 10.13

@Ahmad Zuhdi Terima kasih :)

5 Juni 2012 10.14

@Anggi Doraemonnya lagi kencan nggak mau diajak maen film deh :D

5 Juni 2012 10.15

@Ca Ya kalo aku tambahin tuxedo bertopeng pasti seru ya, Ca Ya. Eh makasih ya hadiah spesialnya :D

5 Juni 2012 10.15

@Pungky Terima kasih :)

5 Juni 2012 10.16

@diana bochiel MAkasih :)
Meluncur sekarang

5 Juni 2012 10.16

@Ndear Harusnya begitu ya. Tapi lagi cekak ni imajinasinya :D

5 Juni 2012 10.17

@amethe Bershandar Iya, tapi sayang nggak menang :D

5 Juni 2012 10.17

@Chumhienk™ Sip. Meluncur sekarang juga :D

5 Juni 2012 10.21

@Outbound di Malang terima kasih

5 Juni 2012 10.22

@NF Tapi kan Nobita lucu Mbak :)

Mbak Nurul, kamu menang ya? Selamat ya :)

5 Juni 2012 10.22

@Teguh Budi naruto tetep sama Shizuka kok. Tenang :)

5 Juni 2012 10.23

@Informasi Dunia Samaran Bukan info kale, ini cerita :)

5 Juni 2012 10.23

@cerita anak kost kalo sekarang emang nggak sibuk, tapi males, mas :)
Terima kasih :D

5 Juni 2012 10.24
5 Juni 2012 10.24

@Lidya - Mama Cal-Vin jelas, mam :D

Posting Komentar

 
Powered by Blogger