http://www.ministrywatch.com/App_Themes/Gifs/star.gif

Pages

Subscribe Twitter Facebook

Selasa, 27 Desember 2011

Shoppa-Holic Traditional

Shoppa-Holic Traditional. Padanan kosa kata yang sangat kontras sekali bukan? Modern dan tradisional. Kenapa Shoppa-Holic Traditional? Iya. Saya adalah seorang yang suka sekali belanja. Belanja dimana saja, mall, toko, maupun pasar. Hah?? Ke pasar tradisional? Iya, sob... Jadi ceritanya begini.
Nggak mesti setiap hari sih saya ke pasar. Dulu, saya pikir pergi ke pasar itu adalah sesuatu yang ribet dan becek. Walhasil, pikiran negatif saya itu ternyata bertolak belakang dengan kenyataan. Sekali ke pasar dan saya ketagihan. Sebenernya aneh juga sih, ketagihan ke pasar, yang ada juga ketagihan narkoba, minum-minuman keras, maen game atau hal-hal lain yang pantas disandingkan dengan kata KETAGIHAN. Tapi apa yang terjadi dengan saya? Apa saya sudah berevolusi menjadi orang aneh? Bukan, ketagihan pergi ke pasar bisa dibilang hal yang wajar. Sebagai seorang perempuan, pergi ke pasar itu adalah satu hal harus dianggap biasa.

Bisa dibilang bapak saya yang memancing 'ketagihan' saya ini. Lho? Kok bapak harusnya kan ibu? tapi sayangnya memang bapak saya yang memulai ini semua. Ternyata ke pasar asik juga. Kita bisa bebas memilih semua kebutuhan yang kita butuhkan, bebas menawar dan sebagainya. Setiap hari Sabtu dan Minggu, yang kebetulan saya libur bekerja, secara otomatis saya menjadi partner bapak saya ke pasar untuk belanja. Belanja apa saja. Tawar menawar antara penjual dan pembeli sudah menjadi adat yang nggak bisa dihilangkan. Seakan-akan 'menawar' sudah menjadi trend dan kewajiban yang harus dilaksanakan. Celotehan para penjual dan pembeli sudah menjadi warna tersendiri dan semakin lama saya semakin suka ke pasar tradisional. Diam-diam saya selalu menantikan hari Sabtu dan Minggu.
Shoppa-Holic Traditional. 
Ayo ke pasar, temans!! *Ajakan yang aneh... 

Senin, 26 Desember 2011

Menang Kuis#1


Yeah! Setelah membaca judul di atas, kalian semua pasti udah tau dong apa yang terjadi dan apa yang tengah saya rasakan saat ini. Sebenernya sih udah telat banget kalo saya bikin postingan tentang menang kuis hari ini. Kenapa? Iya, lha wong saya menang kuisnya udah beberapa hari yang lalu atau lebih tepatnya sekitar tanggal 16 Desember 2011 lalu. Tapi karena berbagai hal, saya lupa kalo menang kuis ini bisa menjadi salah satu topik yang patut untuk dipublish-kan, hehe. Tapi ya sudahlah nggak apa-apakan telat, pernah denger slogan “Lebih baik terlambat daripada nggak melakukan sama sekali”? Nah, kayaknya slogan itu sedang saya jalankan saat ini.

Apa saya terlihat senang sekali? Atau malah terlampau senang? Tapi itu adalah wajar. Siapa sih yang nggak seneng kalo ikut kuis terus menang. Nah, saya banget itu. Dan ssttt... jangan bilang2 ya kalo ini adalah pertama kali saya ikut kuis dan... saya menang *loncatloncatkayakdora*. Untuk lebih detailnya, saya akan bercerita di sini tapi nggak pake panjang kali lebar ya. Cukup singkat saja cerita saya.

Berawal dari hari Rabu tanggal 14 Desember 2011*ingetingetsambillirikkalender*, saya asik klak-klik facebook-nya GPU. Kalo buka facebook, saya selalu absen di fan pagenya GPU, hanya sekedar untuk melihat ada buku baru apa. Saya seneng banget pas GPU ngasih info bahwa Ilana Tan bikin satu karya lagi berjudul “Sunshine Becomes You”. 
Tetralogi 4 musimnya Ilana Tan sudah nylempit manis di antara koleksi buku2 saya di rak sejak berbulan2 lalu. Tapi sayang, saya dan penggemar Ilana Tan yang lain harus bersabar awal tahun atau malah Februari 2012 ya. Entahlah... yang jelas harus sabar. Tapi sebenarnya bisa pesen sekarang tapi via online. Oke, kembali ke cerita awal. Kemudian mata saya menangkap bahwa GPU sedang mengadakan kuis buku “Lost in Japan” dan “Lost in Korea”. 




Caranya gampang banget. Tinggal buka webnya Gramedia terus cari buku dengan judul di atas dan klik “saya suka buku ini”. Tapi sebelumnya harus sudah terdaftar mejadi member GPU dulu. Setelah registrasi saya mulai searching buku “Lost in Japan” dan “Lost in Korea”. Saya klik masing2 buku dan selesai. Tinggal nunggu hari Jumat, 16 Desember 2011 pukul 15.00.

Ini pertama kali dan saya cuma iseng tapi berharap menang juga sih. Untuk menyingkat cerita dan karena dari awal tadi saya memang sudah memproklamirkan bahwa saya tidak akan bercerita panjang lebar maka tiba2 sekarang sudah hari Jumat tanggal 16 Desember 2011 pukul 15.00 WIB. Saya buka GPU dan ternyata...

"Selamat untuk Wuryan Pratiwi, Dessy Natalia, Henny Theodora, Desi Rosmawati & Vincentia Stepfanie, hadiah paket buku Lost in Korea & Lost in Japan, karya Cayi & Gelbo, akan langsung dikirimkan ke alamatmu. Terima kasih atas partisipasi teman-teman di kuis Lost in Korea & Japan. Buat yang belum beruntung, tetap semangat! Kalian masih bisa ikutan lagi di kuis-kuis Gramedia Pustaka Utama selanjutnya. Selamat berakhir pekan :D"


Widiiiww... apakah peruntungan saya sedang mujur ataukah hanya kebetulan belaka? Entahlah, yang jelas saya senang sekali waktu itu. Pertama kali dan saya menang. Kenapa saya memberi judul postingan ini dengan menambahkan “#1”? Karena saya berharap akan ada Menang kuis#2, #3, #4, dst. Bahkan lebih senang lagi kalau GPU mengadakan kuis dan hadiahnya buku saya *mimpitingkattinggi*, tapi itu juga salah satu impian saya dan semoga terwujud ya Allah. Amin, mudah2an. Doain saya.

Dan untuk kuis ini, hadiahnya tak lain tak bukan adalah satu paket buku karya Cayi & Gelbo “Lost in Japan” dan “Lost in Korea”. Hadiahnya sudah saya terima Sabtu, 24 Desember 2011 kemarin. 



Terima kasih GPU, buku ini sangat menghibur dan mudah2an bermanfaat kelak sebagai pengantar sekaligus teman saya ke Jepang atau Korea suatu saat nanti, hehehe. Ke Korea atau ke Jepang adalah cita2 saya. Tapi mana mungkin saya kesana, tapi nggak salah kan saya bermimpi. Toh... seperti Cayi bilang, dulu ke Jepang adalah mimpinya dan ternyata sekarang terbukti, Cayi berhasil menginjakkan kakinya ke negeri sakura tersebut. Berkat usaha dan keberuntungan katanya dan tentu saja diawali dengan mimpi.

Rabu, 14 Desember 2011

Mampet dan Pening :(



Huhu... ada yang tanya nggak, kenapa postingan saya kali ini diawali dengan gambar kayak gitu? Heeemm... pastinya pada tau ya kalo gambar itu menandakan orang lagi sakit. Iya temen2, saya sakit nih, pilek, hidung mampet, kepala pening. Haduh2... pertanda apakah ini. Pertanda sakitkah? Ya iyalaaahh... 

Saya itu orangnya jarang sakit lho, tapi sekalinya sakit itu aneh. Lho kok aneh? Iya emang aneh. Contohnya aja nih ya, saya pilek tapi cuma gejala2 aja gitu nggak pilek2, itu terjadi sekitar 2 hari yang lalu, sampe saya curhat sama patjar saya kalo hidung saya gatel2, bingung mau garuk dimananya. Dan good news-nya nih, patjar saya juga sama lagi flu. Asssiiiik!!! Heh, patjar sakit kok malah seneng. Hehe... iya juga ya, saya tuh aneh, tapi kan apa ini pertanda kita sehati hehe... pertanda yang aneh!!! 
Oke, kembali ke jalan yangg bener. jadi ceritanya sekitar 2 hari yang lalu saya mengalami gejala flu, tapi anehnya abis itu sembuh lagi, gejalanya kayak ilang entah kemana gitu. Seneng sih pasti, soalnya mas gatel udah nggak ganggu2 lagi sih. Tapi sehari kemudian gejala flu muncul lagi, gatel2 lagi, kali ini parah, ditambah bersin2 pula. Haduh2, sekalinya bersin bisa sampe 10 kali, tobaaaattt!!! Aduh, apa ini artinya saya udah sakit ya?? Payah... nggak cuma bersin2 doang tapi ditambah kepala pening. 

Nggak pa2lah sekali2 sakit, bersyukur malahh, masih diberi kesempatan buat sakit, hehe... tuh kan aneh lagi. Tapi walaupun sakit saya tetep masuk kerja lho, temen2. Rajin ya saya!! Tapi tadi pagi agak telat dikit, biasanya dateng paling awal, ehh... tadi ternyata udah ada yang dateng duluan, namanya mbak eni. 
Cepet sembuh buat saya!! Semangat wury...

P.S : ngetik sambil sentrap-sentrup...

Selasa, 13 Desember 2011

I am Sam


Kalo ngomongin sekuel drama keluarga menyedihkan sekaligus membangun, nominasinya jatuh pada “I am Sam”. Kenapa, itu kan film udah jadul? Ya nggak apa2 sih, terserah saya, lagian menurut poling sms emang I am Sam meraih sms terbanyak kok, 9 dari 10 wanita telah membuktikannya. Lho? Ini ngomongin apa sih? Ya terserah saya, blog2 saya, nggak boleh protes ya...

Ya itulah basa basi yang nggak penting. Oke mari kita mulai bahas dan kupas asal muasal kenapa I am Sam nangkring di peringkat pertama. Tapi sebelum kita bahas topik ini lebih lanjut, akan saya bocorkan sesuatu yang sangat penting dan sangat megang di sini dan tanpa jeda iklan satupun. Jreng jreng...
Jawabannya adalah... ini cuma akal2an saya aja kok. Jadi kalo kalian punya kandidat lain, yang lebih menyedihkan ya terserah, Titanic misalnya atau Romeo and Juleha, eh Juliet ya? Sutralah pokoknya sama seseorang...

Mungkin banyak yang belum nonton I am Sam atau mungkin juga malah baru denger? Nggak masalah ibu2 dan opah2, lagian disini nanti bakalan akan saya bahas kok isi cerita bahkan makna yang terkandung di dalamnya. Mengandung berapa bulan, Bu? baru 7 bulan kok, baru mau mitoni, nyumbang yaaa... tetep.

Pertama saya nemu film ini dari hardisk seseorang, sebut saja namanya Mr. Toni (emang nama sebenarnya kok). Pertama penasaran sama judulnya. I am Sam! Iya tau kok kalo Anda Sam, nggak usah diperjelas gichuu ciiin... dan gambarnya, seorang bapak dan anak. Apanya yang menarik? Satu2nya yang menarik adalah gambar warnanya yang terang benderang kayak siang. Orange... Iih... aneh banget sih, gitu aja gumun, ndeso!

Pertama nonton, salut. Ya salut! Mungkin itu istilah yang cocok untuk menggambarkan isi hati saya. Sam Dawson (Sean Penn) adalah tokoh paling megang di film ini. Seorang calon ayah yang mempunyai keterbelakangan mental. Akan tetapi “kekurangan” itu tidak membuatnya menyerah. Sam bekerja di sebuah kedai kopi “Starbucks” dan Sam bisa melayani konsumen dengan sangat baik. Seseorang yang sangat bertanggung jawab sebagai seorang kepala keluarga dan menghidupi seorang istri yang sedang mengandung bernama Rebecca (Caroline Keenan). Singkat cerita Becca melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik dan langsung diberi nama Lucy (Dacota Fanning). Akan tetapi entah kenapa seusai melahirkan, Becca kabur gitu aja meninggalkan Sam dan Lucy yang masih sangat kecil dan lemah. Jadilah Sam yang kebingungan setengah mati. Akan tetapi, Sam mempunyai teman2 yang sangat mendukungnya, tapi keadaan mereka juga nggak jauh beda dengan Sam. Masing2 dari mereka mengalami keterbelakangan mental yang sama. Tapi lepas dari itu semua, mereka sangat menyayangi Lucy.

Tuhan Maha Adil. Beruntung  Sam mempunyai tetangga yang sangat baik dan berhati malaikat, dia adalah Annie (Dianne Wiest), seorang wanita setengah baya dan Annie sangat menyayangi Lucy. Sam selalu menitipkan Lucy selagi dia bekerja. Semakin lama. Lucy tumbuh menjadi seorang gadis kecil yang normal, cantik dan dewasa. Lucy nggak pernah malu dan minder mempunyai seorang ayah yang menderita keterbelakangan mental. Dan mereka mejalani kehidupan sama dengan keluarga2 lain, hanya saja sedikit berbeda dalam hal-hal tertentu.

Akan tetapi, semakin Lucy bertambah besar dan sudah mulai bersekolah, ada satu lembaga yang bergerak di bidang pengawasan dan perlindungan anak yang memvonis bahwa Sam tidak layak mendidik Lucy. Mereka takut lambat laun keterbelakangan mental yang diderita Sam akan mempengaruhi perkembangan Lucy dan mereka mengambil Lucy dari tangan Sam. Singkat cerita (lagi), muncul Rita (Michelle Pfeiffer), seseorang yang siap membantu Sam merebut hak asuhnya kembali dan... ya begitulah gambaran singkat tentang I am Sam.

Saya nggak akan berpanjang kali lebar di sini, karena memang yaaah... saya nggak pintar dalam bercerita, saya hanya pintar dalam mengibul dan makan. Tapi yang jelas, Sam mendapat hak asuhnya kembali berkat Rita yang tentu saja dihiasi dengan berbagai konflik yang menghadang jalan mereka untuk mendapatkan hak asuh Lucy. Dari sini saya memetik sebuah hikmah dan pengamalan, bahwa seseorang yang menderita keterbelakangan mental bukan berarti bodoh. Mereka justru mempunyai kecenderungan untuk menjaga apapun yang menurut mereka adalah hak mereka. Nggak akan membiarkan orang lain campur tangan di zonanya. Dan mereka mempunyai cara tersendiri yang entah bagaimana untuk menjalani kehidupannya.

Sebuah perjuangan dan perjalanan hidup seorang Sam yang hanya dilihat sebelah mata oleh orang lain. Two thumbs up for him deh pokoknya. Wajib ditonton karena film ini sarat akan nilai2 hidup yang berharga.

Yak, itulah sekelumit cuplikan tentang film favorit saya. Hidup ini memang keras, sobat. Tapi kita semua diberi seperangkat anggota tubuh termasuk otak oleh Allah dengan tujuan agar kita berfikir sekaligus berusaha. Allah nggak pernah menuntut kita untuk sukses, Allah hanya ingin kita berusaha, dengan sebaik-baiknya tentunya.

Salam
Wury  ^_^

PS. Saya ngetik sambil hidung kembang kempis karena inget sama Sam #cengeng_lolzz...

Senin, 12 Desember 2011

Heeeh... Payah!

Minggu pagi agak siang, 11 Desember 2011
 
Musim hujan sekarang tuh niat nggak niat. Bikin bete itu jelas. Mendung hujan panas mendung hujan panas mendung hujan panas mendung hujan panas mendung hujan panas mendung hujan panas mendung hujan panas mendung hujan panas, gitu terus pokoknya sampai aku capek sendiri ngetiknya. Nah... gara2 itu -mendunghujanpanas- juga, aku jadi sebeeel banget 1. sama motorku 2. sama yang nyuci motor 3. sama yang ngasih ide nyuci motor 4. sama semua deh. 

Aku itu emang model cewek yang paling males nyuci motor, jangankan nyuci, ngelap aja males kok, kecuali dikasih duit sejuta itu baru mau #mataduitan.lolzz..., tapi siapa sih yang nolak duit sejuta kalo cuma disuruh ngelap motor, opah2 buyut juga semrinthil kalo gitu. Kan lumayan tuh bisa buat buat beli bakso 166,666 mangkok, bisa beli pulsa buat telpon sampe ileran atau buat sms sampe jempol gede sebelah juga lumayan tuh, tapi intinya duit sejuta itu banyak banget. Jadiii, daripada ngomongin duit sejuta yang cuma semu itu mending kita lanjut ngomongin  topik yang bener aja, #wuoy,,, pik topik sini, mau ngomongin yey nih...

Jadi pada suatu hari, tepatnya pada hari minggu kuturut ayah ke kota, ada anak manusia yang ngecret gini, "motore njijiki,". Itu motorku yang dihina, vario hijau yang berubah warnanya karna akibat debu yang nempol di badan motorku, emang patut sih dikatain gitu, tapi kok ya jahat banget ya. Aku pikir2 kasihan juga sih motorku itu, udah aku pake tiap hari tapi kok ya nggak ada rasa terima kasihnya sedikitpun sama si VarJo, tapi bukan maksudku menyakitimu hey VArJo, tapi aku males. Aku terlalu sibuk jadi untuk memandikanmu aja aku sampe nggak sempet. Tapi setelah aku pikir2, aku sibuk ngapain sih, kerja aja Sabtu Minggu libur, jadi intinya, aku aja yang sok sibuk!!!#ngumpet...
Berhubung aku males nyuci motor sendiri tapi alasan lain sih kalo aku yang nyuci bakalan sama aja nggak bersih, jadi aku memutuskan untuk menggunakan/mempercayakan tukang cuci motor untuk membuat si VarJo kesayanganku kinclong kembali. 

Berhubung tempat pencucian motor deket sama rumahku, jadi si VarJo aku tinggal aja. Daripada cengo' sendirian nungguin si VarJo dimandiin kan lebih baik ditinggal aja, lumayan di rumah bisa nerusin bobo manis, siapa tau dalam mimpi aku nikah sama mas Edward... 

Cuaca pagi agak siang waktu itu lumayan cerah. Singkat cerita, sekitar 1 jam kemudian, aku menyuruh adikku -maksa- untuk nganter ngambil si VarJo. Ternyata sesampainya di sana motorku baru dalam proses finishing tapi masih nunggu lumayan lama. Singkat cerita(lagi), motorku selese juga. Berhubung minggu aku nggak ada agenda syuting, aku langsung menyimpan motorku di dalam rumah. Heee... ternyata enak dipandang juga ya kalo kinclong kayak begini. Maafkan aku, sayang... aku jarang memandikanmu...

Senin pagi, 12 Desember 2011

Pagi2 aku udah gaul. Nongkrong gichu lhoh... di depan rumah. Udah rapi jali lagi, wangi dan tentu aja udah sikat gigi. Nunggu apa sih ciiin? Kasih tau nggak yaaaaa....? Ya udah deh, berhubung aku gadis baik hati dan nggak suka buang sampah sembarangan, aku kasih tau ya. Aku nunggu hujan ciiin. Nunggu hujan reda. Sebenernya bisa sih berangkat sekarang, kan aku punya mantel bolong. Mantel bolong? Serius? Serius Sinathrya cin, mantelku bolong depan, jadi kalo make sama aja basah. Males banget! Lagian si VarJo kan lagi kinclong2nya, kasihan kan diujan2in, kan kotor. Tapi ternyata Allah tau apa yang kumau, tak lama kemudian ujan reda. Ya udah, nggak usah nunggu sampe monyet gundul, aku bergegas cium tangan bapak ibu and... cabuuuuutt....

Aku jarang banget make motor kinclong banget kayak gini, jadi pelan2 banget makenya, takut kecipratan motor lain. Cuaca lumayan mendung berpadu cerah #nah lo, bisa ngebayangin nggak mendung berpadu cerah??? Akan tetapi belum ada setengah perjalanan, mataku mulai menangkap sosok2 pengendara motor dari arah berlawanan memakai jas hujan. Dan dadaku berdetak2 tak beraturan #lebay. Males basah2an, males pake mantel. 

Aku terus menyusuri jalanan dan..... akhirnya gerimis rintik2 menyambutku. Waduuuuuhh... VarJoku malang VarJoku sayang. Tapi tak lama kemudian nggak gerimis lagi, aku mulai tenang. Akan tetapi tenangku nggak bertahan lama, gerimis mulai eksis kembali, tapi aneh, gerimisnya lembut banget sampe2 aku nggak berasa kalo gerimis. Orang2 pada sibuk menepi untuk memake mantel, tapi aku dan beberapa pengendara lain yang mungkin mantelnya juga bolong tetep lanjut, nggak peduli gerimis menghadang aku nggak akan berhenti. Titik. Nggak pake bumbu apa2 lagi. Titik.
Tapi walaupun cuma gerimis, motorku basah, jadi nyesel nggak beli motor yang anti air.  Mending kalo hujan deres sekalian, kotornya nggak banget2, kalo cuma gerimis gini kan malah jadi kotor kena cipratan air motor depan. Basah plus kotor plus nyebeli plus nangis. Nyesel kemarin nyuciin motor di tempat pencucian motor, kenapa nggak nyuci sendiri aja. Ini nih akibat males nyuci motor sendiri, jadi buang2 duit 5000 perak kan. Mubadzir. Akhirnya kotor lagi kan?? Coba kalo kemarin nyuci sendiri, capek dikit tapi kan nggak buang2 duit 5000 perak. Walaupun cuma 5000, tapi duit itu banyak lhoh, bisa buat beli pulsa yang 5000 nombok 1000 sih, bisa buat beli gorengan dapet 10 biji, bisa buat ngenet 2 jam, bisa buat beli tempura 10 biji juga, bisa buat beli duren yang ada di obralan di pinggir jalan. 

Tapi ya udah deh, ubi udah jadi tape... kotor dikit nggak pa2. Pelajaran yang aku ambil sekarang adalah "Jangan malas mengerjakan sesuatu apapun, kalau bisa dikerjakan sendiri ngapain buang2 duit".

Jumat, 09 Desember 2011

Itung-Itung


Sebenernya konyol juga sih saya bikin yang beginian. Tapi ya sutralah, nasi udah kadung jadi bubur, tinggal kasih kuah opr, krupuk warna-warni, suwiran ayam, bawang goreng jadi deh bubur ayam. Hidup bubur ayam...
Saya sudah terlalu tua buat ngurusin yang beginian, tapi pas nemu ternyata asik juga diutak-atik. Heh... tapi sebelum ngoceh terlalu panjang kali lebar sama dengan luas, ada nggak sih yang bertanya2 "Ini ngitung apa sih?" Huhu... jangan diketawain yaaa... ternyata saya dan patjar sudah mengarungi waktu seperti yang disebut diatas s.d hari ini. Huaaah... nggak selalu bikin ati seneng sih, walaupun malah banyakan makan ati tapi yaaa nggak ada salahnya saya bikin kayak gitu, ituung2 buat lucu-lucuan a.k.a seru-seruan aja.

Buka rahasia nih, saya dan patjar sering nggak ketemunya, akhir2 ini paling2 sebulan sekali #huiks2 nangis... tapi nggak masalah sih buat saya, toh dianya sekarang baru sibuk mikir skripsi#garukgarikmeja. 
Kangen sih pasti, tapi jujur nih kita nggak pernah tuh kangen2an. Patjar saya sih orangnya nggak romantis, kalo saya sih sebenernya romantis tapi gara2 patjar saya juga saya jadi ketularan nggak romantis. Smsan ala kadarnya, ketemu sebulan sekali paling2 durasinya nggak lama sekitar 2-3 jam. Tapi lama nggaknya nggak ngaruh juga sih buat saya.
"MAS" itulah panggilan sayang saya, dan dia juga punya lho panggilan sayang buat saya... haha...#ketawa dulu. "NDUT".... huwaaa itulah panggilan sayangnya untuk saya, romantis bukan?? huiks2...
NDUT, bukan berarti tanpa dasar. Cucok2 aja sih karna saya memang gendut, 162/55, tapi masih good looking kok huhuehue... Kadang kalo lagi sebel sama patjar, saya panggil dia cangcorang atau cungkring, karna memang bentuknya aja yang gepeng, tapi tenang kamu masih tetep cool kok, coolkas or cooli terserah persepsi kalian hehehe...
Sampai tulisan ini di tulis, saya dan patjar belum bertatap muka selama hampir 1 bulan dan... kangen... lolzzz........

P.S. Kitahabisbetebeteantapialhamdulilahmasihtetepbaiiiikkkk....

Kamis, 08 Desember 2011

Oh, YaAmpun...!!!

Oh... Ya Ampun!!! Sebuah judul yang nggak banget menurut saya. Kenapa saya memilih judul itu, karna memang bener2 Oh Ya Ampun deh!. Sebagaimana seorang wanita pasti pernah merasakan nyeri di perut sewaktu haid pertama. Nah... itu memang yang saya alami sekarang ini. Ngeposting sambil sakit perut atau sakit perut sambil ngeposting ya? Sebenernya ini bukan topik yang pas buat cerita, tapi saya emang lagi nggak mood ngapa2in. 

 Dan ada lagi Oh Ya Ampun lainnya
Ini ada lagi. Kemarin, tepatnya hari Rabu, 7 Desember 2011, saya benar2 nggak nyangka banget kalo saya pergi ke TIKI. Hehe... pergi ke TIKI aja nggak nyangka (aneh banget sih!). Ini bukan masalah aneh nggak aneh, tapi apa tujuan saya ke TIKI inilah yang membuat saya benar2 deg2an. Tapi nggak akan saya bilang di sini, masih rahasia kok!!
Oh... Ya Ampun lainnya adalah...
Makan siang saya nggak habis, walaupun cuma makan bakso tapi entah kenapa saya merasa nggak sanggup untuk menghabiskan makan saya. Ya Allah, upin ipin makan pepaya, maafkan saya ya... bukan maksud saya menyia-nyiakan makanan tapi daripada nanti kalau saya paksakan malah muntah hayo! Sebenarnya ini nggak seperti biasanya. Saya selalu berusaha menghabiskan makanan sampai titik terakhir, karna masih banyak orang2 di luar sana yang untuk makan saja susah. Saya selalu menganggap makanan saya adalah sebuah pekerjaan, jadi saya bertanggung jawab untuk menyelesaikannya, dan khusus untuk makanan saya bertanggung jawab untuk menghabiskannya (ini ilmu dari patjar saya). Lagian saya suka pekewuh kalo jajan nggak habis. Menurut saya makanan yang nggak habis, si penjual berasumsi kalo makanan yang dia jual itu nggak enak. Jadi walaupun udah kenyang saya selalu berusaha untuk menghabiskan makanan saya.

Tapi apa yang saya lakukan siang ini. Membuat makanan itu mubadzir. Tapi semua itu saya lakukan dengan terpaksa karna memang perut saya dalam kondisi yang tidak fit. Mudah2an besok hal ini tidak akan terulang kembali.
Heeemm... paragraf2 di atas adalah sebuah curhatan nggak penting seorang autis. Oh Ya Ampun...
 
Powered by Blogger