http://www.ministrywatch.com/App_Themes/Gifs/star.gif

Pages

Subscribe Twitter Facebook

Rabu, 29 Februari 2012

Hai, Dik, Apa Kau Sedang Tersenyum?





Dear Tinung, Adikku...
Apa kabarmu, Dik? Ugh, biasanya kalau kita nulis surat itu pasti nanya kabar, kan, dan mendoakan semoga dan semoga. Tapi apa hal itu berlaku untukmu, Dik? Tapi sudahlah, aku hanya berharap kamu sedang tersenyum saja.
 

Malam ini, jam ini, menit ini serta detik ini, aku memejamkan mata dan memaksa otakku membongkar file yang tersimpan 26 bulan 2 minggu 5 hari silam. Iya, Dik! File itu tentang kamu. Jadi ijinkan aku menguntai kata demi kata ini khusus untukmu, Adikku. Agar kamu tahu betapa agung aku menyayangimu. Padahal aku tahu pasti, sampai kapanpun kamu tidak akan pernah membaca surat ini bahkan menyentuhpun tidak. Sungguh aku sadar dengan hal itu.

Dik, apa kamu tahu, kamu membuatku merasakan kehilangan yang amat sangat? Apa kamu tahu, kamu sudah membuat air mataku jatuh? Tapi aku tahu kamu tidak tahu karena kamu sendiri pun tidak tahu apa yang telah terjadi terhadap dirimu.

Aku ingat jelas. Sangat jelas terekam dalam memoriku saat-saat menyedihkan dalam hidup. Menurutku, saat itu sangat menyedihkan. 9 Desember 2009. Akankah semua kembali, Dik?

Rekaman itu terlintas begitu saja di kepalaku. Bagai kilasan film hitam putih yang nampak kurang jelas dengan beribu-ribu titik-titik hitam di layarnya. Tapi jangan khawatir, Adikku, wajahmu masih terlukis jelas di hati ini.

Ketika itu, entah berapa lama aku terduduk, tiba-tiba sebuah ambulans berhenti di depan rumah. Aku terduduk, tapi aku sadar kamu pulang. Tapi kenapa kamu digotong banyak orang? Aku tidak melihat sosokmu, hanya kotak kayu panjang terbungkus kain putih lembut yang aku lihat dan aku masih terduduk. Aku terisak dan jantungku diremas-remas oleh nyeri. Aku tahu tubuhku mati rasa, tapi entah bagaimana aku bisa berjalan walaupun tertatih menghampirimu. Tapi sayang sekali, aku tidak bisa melihat wajahmu. Aku bertanya-tanya, apakah kamu melihat daguku yang bergetar hebat menahan tangis? Apakah kamu melihat lututku yang gemetaran menahan berat tubuh? Dan bolehkah aku menebak, pasti saat itu kamu tidak tahu bagaimana reaksiku ketika itu. Kamu tidak tahu apa-apa, Dik. Ternyata Allah hanya memberimu jatah usia menjelang 18 tahun saja. Padahal genap 1 bulan lagi kamu 18 tahun pas. 9 Januari 2010. Selamat ulang tahun.

Aku kangen, Dik. Kalau kita bertemu nanti, boleh, kan, Kakak memelukmu? 
Sudah, ya, sudah cukup untaian kata ini. Jariku sudah mati rasa walaupun mataku semakin lancar mengalirkan cairan bening ini.

Oh iya, kamu sering datang ke mimpi Kakak, ya? Jahatnyaaa, senyum-senyum tanpa dosa. Sini, Kakak kangen pengin jitak kepalamu lagi. Dasar nakal.

Tulisan ini diikutkan pada GIVEAWAY :  Aku Sayang Saudaraku yang diselenggarakan oleh Susindra


46 comments

29 Februari 2012 11.54

Surat yang indah, pasti dia bakalan seneng nrima surat ini! ;)

so, sukses buat GA-nya ya, mbak!

29 Februari 2012 12.18

semoga sukses GAnya mbak wuri

29 Februari 2012 12.31

Subhanallah tersentuh...

sukses kontesnya..

29 Februari 2012 18.35

meski sang adik tdk dapat membaca tulisan ini, tapi semoga ia masih dapat merasakan kasih sayang mbakyu tercinta... Semangat mbak!

29 Februari 2012 20.13

Subhanallah,,,sebuah kehilangan yg menyakitkan ya dek,,,smg arwah nya tenang dan bahagia di syurga ya..amiiin

29 Februari 2012 21.36

yang tabah ya kak Wury ☺

1 Maret 2012 07.11

Oh, Wury... saya ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk kehilangan terbesar kamu. Sungguh, saya merasa sesak di dada. Maaf jika GA ini membuka luka lama. Tabah ya say.

Terima kasih sudah berbagi cerita sedih ini pada kami.

Salam hangat dari Jepara
Susinda

1 Maret 2012 10.35

Saleum,
Almarhum kecelakaan atau bagaimana sob?
semoga sukses GA nya

1 Maret 2012 11.01

Permisi, cuman mau share aja nih. ada info lomba bikin artikel. Hadiahnya lumayan ada 2 buah printer laser jet dan voucher. Caranya tinggal like fanpage >> http://www.facebook.com/anugrahpratamacom. Dan ikuti Contest menulis artikelnya.
Terima kasih

1 Maret 2012 14.17

boleh banget . . . dengan senang hati aku mau dipeluk wwkwkwkkwkwk. . .. . punya YM nda wur. . .??? add punyaku sususegar_28

2 Maret 2012 00.27

Kunjungan malam sobat
"Aku kangen, Dik. Kalau kita bertemu nanti, boleh, kan, Kakak memelukmu?"
Jadi haru sobat :(

2 Maret 2012 09.33

Turut berduka cita atas kehilangan adik tercinta, semoga segala amal ibadah diterima di sisi Allah SWT. Yang sabar ya,teruslah mendoakan untuk adikmu.

2 Maret 2012 11.51

@eksak Thanks, eksak ya!

2 Maret 2012 11.55

@adi pradana Terima kasih, Mas Adi!

2 Maret 2012 11.57

@...Uzay Gingsull... Makasih ya, uzay!

2 Maret 2012 11.58

@Kholid Rafsanjani Aku yakin sekarang ia masih bisa merasakannya, yakin banget! Makasih yaa :)

2 Maret 2012 11.59

@mimi RaDiAl Iya, Mbak, saat2 yang paling menyedihkan. Tapi tetap tersenyum :)

2 Maret 2012 12.00

@Life Is Beautiful 2 tahun lebih membuatku tabaaaah banget. Makasih ya, cantik :)

2 Maret 2012 12.03

@Susi Susindra Justru terima kasih pada GA. Maaf, Mbak, ceritanya sedih.

Terima kasih, Mbak Susi :)

2 Maret 2012 12.04

@dmilano Iya, Mas, adik kecelakaan.

2 Maret 2012 12.05

@chartini Terima kasih infonya. Langsung cabut ke situ ::))

2 Maret 2012 12.44

@Susu Segar Yey, mas SP genit deh huihihi... udah aku add mas :), FB nya juga udah lho

2 Maret 2012 12.46

@rizki_ris Iya nih, serius, pengen meluk, Tapi pasti ada waktunya tersendiri kok, :)

2 Maret 2012 12.47

@Seagate Terima kasih, Mas :)

2 Maret 2012 16.52

duh Wury... sedih bacanya...
kehilangan adik.. bagaimana rasanya...
semoga Wury dan keluarga diberi ketabahan selalu...

makasih kunjungannya ya Wury..
salam kenal.. dan sukses utk GAnya...

2 Maret 2012 17.06

Turut berduka cita ya sist,semoga Dia tersenym membaca surat ini..
sukses buat GA nya...
salam.

2 Maret 2012 17.14

hehhehehehe. . . . ok deh. . . aku tengok yak. . ..

2 Maret 2012 17.44

meski sang adik telah berpulang, tapi dia akan tetap hidup di ahti orang2 yg menyayanginya...

2 Maret 2012 20.08

so sweeet!

3 Maret 2012 17.14

kunjungan sore wur. . . . . biarin ah genit wwweeekkkkkk

3 Maret 2012 21.02

Begitu lembut .... sungguh sulit aku mo koment apa....

3 Maret 2012 23.41

aq selalu tersenyum disini...
:P

4 Maret 2012 20.03

mantab, semoga sukses

4 Maret 2012 23.52

kunjungan malem ahhhh. . . da orangnya ndak ya. . .

5 Maret 2012 09.15

@Lyliana Thia Yang pasti 'belum percaya' itu masih sering nyelip, Mbak. Makasih ya mbak :)

5 Maret 2012 09.17

@de hoppus Senyum itu hobinya dia, jadi aku yakin sekarang pun hobinya nggak berubah :)

5 Maret 2012 09.18

@Susu Segar Hey, geniiiit... baru muncul dari tidur panjang nih hehehe

5 Maret 2012 09.19

@Ririe Khayan Iyah, Mbak. Amin, terima kasih :)

5 Maret 2012 09.19

@Nurmayanti Zain Iyakah, Mbak? Makasih ya sudah berkunjung balik :)

5 Maret 2012 09.20

@Mbah Soendoel Silakan komen apa aja :)

5 Maret 2012 09.21

@adsloko Waaah, thanks ya :)

5 Maret 2012 09.22

@zone Huiii... jangan lupa berhenti senyum :)

13 Maret 2012 12.18

Siank mbk, kunjungan pertama. !salam kenal. Ane follow blogmu m0h0n di follBaCK ya mbk. Thankz

13 Maret 2012 19.14

kakak yang baik nih,,, hehehe semangat berbagi kasih sayang ya wuri,,,

salam persaudaraan
Revolusi Galau
ya

20 Maret 2012 15.58

@Adang N M I Makasih ya mas, kan harus jadi kakak yang baik hehe

20 Maret 2012 15.59

@Noer rachman twiboyz Meluncur sekarang :D

Posting Komentar

 
Powered by Blogger